LAW OF WARRANTY OF HALAL PRODUCTS AS A PROTECTION OF MUSLIM CONSUMERS IN INDONESIA

Nurul Hakim

Abstract


The law that provides legal protection for Muslim consumers in Indonesia has long been missed. This is because the number of products sold and circulated in Indonesia is questionable as halal, while Muslims are the largest community in Indonesia. Based on these facts, it is a necessity that Muslims need protection for what they consume and the State is obliged to provide that protection. The basis for the need for regulations related to halal products is the existence of an order from the Koran for Muslims to consume halal and good food. The Draft Law on Halal Products itself is in the process of discussing fiercely, because there are several parties who state that there is no need for the state to interfere too much with the halal or haram that is consumed by the public. Finally, Law Number 33 of 2014 concerning Guarantee of Halal Products was issued, even though it was at the end of Susilo Bambang Yudhoyono's reign. The issuance of Law Number 33 of 2014, at most gives an order to producers to immediately process their halal guarantees to the Indonesian Ulema Council to issue halal certificates.

Keywords


products, halal, protection, consumers, Muslims

Full Text:

PDF

References


Bagian Proyek Sarana dan Prasarana Produk Halal Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggaraan Haji Departemen Agama, 2003, Modul Pelatihan Auditor Internal Halal, Jakarta: Tanpa Penerbit.

Departemen Agama RI, 2008, Panduan Sertifikasi Halal. Jakarta: Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggaraan Haji.

Ghafur Anshori, 2006, Filsafat Hukum, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Hasan Bisri, et.al,, 1995, 20 Tahun Majelis Ulama Indonesia, Jakarta: MUI.

Hazairin, 1990, Demokrasi Pancasila. Jakarta: Rineka Cipta.

M. Atho Mudzhar, Fatwa-Fatwa Majelis UlamaIndonesia: Sebuah Studi Hukum Islam di Indonesia1975-1988.Disertasi pada UCLA Terj. Soedarso Soekarno dari judul Bahasa Inggris, Fatwas of The Council of Indonesian Ulama: Astudy of Islamic Legal Thought in Indonesia 1975-1988. Edisi Dwibahasa(Indonesia danInggris), (Jakarta: INIS, 1993).

M. Quraish Shihab, 2000, Tafsir Al-Mishbah Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an, Volume 2, Penerbit Lentera Hati, Ciputat.

Mashudi. 2015, Konstruksi Hukum dan Respons Masyarakat Terhadap Sertifikasi Halal: Studi Socio-Legal Terhadap Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan, Dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Masyhuri, 2005, “Peran Pemerintah dalam Perspektif Ekonomi Islam,” dalam Jusmaliani (Editor), 2005, Kebijakan Ekonomi dalam Islam, Kreasi Wacana, Yohyakarta.

MUI, “Keputusan Ijmak Ulama Komisi Fatwa Se-Indonesia Ketiga Tahun 2009 tentang Konsumsi Makanan Halal,” dalam Ma’ruf Amin, et. all., (Tim Penyusun), 2011, Himpunan Fatwa MUI Sejak 1975, MUI, Jakarta.

Tahir Azhari, 1999, Posisi Peradilan Agama dalam Undang-Undang No. 35 Tahun 1999: Perspektif Hukum Masa Datang, Ditbitbapera Islam-Fakultas Hukum UI-Pusat Pengkajian Hukum Islam dan Masyarakat, Chasindo, Jakarta.

Thobieb Al-Asyhar, 2003, Bahaya Makanan Haram Bagi Kesehatan Jasmani dan Kesucian Rohani, Jakarta: Al-Mawardi Prima

Yusuf Qardhawi, 2003, Halal Haram dalam Islam,(terjemah) Wahid Ahmadi et.al, Solo, Era Intermedia.

Peraturan Perundang-undangan:

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal,

Jurnal:

Amirsyah Tambunan, “Hak Konsumen dalam Perspektif UU No. 8 Tahun 1999”, dalam Jurnal Halal, No. 101 Th. XVI, Tahun 2013, Jakarta: LPPOM MUI.

Anton Apriyantono, “LPPOM MUI Harus Diperkuat”, dalam Jurnal Halal, No. 99 Th. XVI Tahun 2013, Jakarta: LPPOM MUI.

Azmi Siradjuddin, “Regulasi Makanan Halal Di Indonesia”, dalam Tapis, Vol. XIII, No. 01 Januari-Juni 2013.

Jazuli Juwaini, “UU JPH Untuk Melindungi Ummat”, dalam Jurnal Halal, No. 95 Th. XV Tahun 2102, Jakarta: LPPOM MUI.

Lukmanul Hakim, “ Halam Menentramkan Umat”, dalam Jurnal Halal No. 91 September-Oktober Th. XIV, 2011, Jakarta: LPPOM MUI.

Murjani, Sistem Jaminan Produk Halal Dan Thayib Di Indonesia: Tinjauan Yuridis Dan Politis”, dalam Jurnal Fenomena, Vol. 7, No.2, 2015.

Paisol Burlian, “Reformulasi Yuridis Pengaturan Produk Pangan Halal Bagi Konsumen Muslim Di Indonesia”, dalam Jurnal Ahkam, Vol. XIV, No. 1, Januari 2014.

Panji Adam, Kedudukan Sertifikasi Halal Dalam Sistem Hukum Nasional Sebagai Upaya Perlindungan Konsumen Dalam Hukum Islam”, dalam Jurnal Amwaluna, Vol. 1, No.1, Januari 2017.

Witanti Astuti Triyanto, “Sertifikasi Jaminan Produk Halal Menurut Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 (Perspektif Hukum Perlindungan Konsumen)”, dalam Lex Administratum, Vol. V/No. 1/Jan-Feb/2017.

Yusuf Shofie, “Jaminan Produk Halal Dari Sudut Pandang Hukum Perlindungan Konsumen”, dalam Jurnal Syariah 3, November 2015.

Situs Internet:

Anonim, “Soal Sertifikasi Halal, Golkar Minta MUI Tetap Dilibatkan”, JPPN.com (Jaringan Berita Terluas di Indonesia), Jum’at, 28 Februari 2014, Sumber: http://www.jpnn.com/read/2014/02/28/219189/Soal-Sertifikasi-Halal,-Golkar-Minta-MUI-Tetap Dilibatkan-, diakses 2 Februari 2021.

Endah Dwi Rohayati, “Politik Hukum Islam Dalam Regulasi Jaminan Produk Halal (Kajian UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal)”, melalui www.digilib.uinsby.ac.id, diakses tanggal 2 Februari 2021.




DOI: http://dx.doi.org/10.30596%2Fijessr.v2i1.6411

Refbacks

  • There are currently no refbacks.